Hades 2: Petualangan Baru Melinoë Melawan Chronos di Dunia Bawah
Saat pertama kali mendengar kabar tentang Hades 2, saya langsung teringat betapa adiktifnya game Hades pertama. Sebagai game roguelike dengan cerita yang kuat, dialog cerdas, dan gameplay cepat, Hades berhasil menciptakan standar baru di genre-nya. Maka ketika Supergiant Games mengumumkan sekuelnya, ekspektasi para gamer—termasuk saya—langsung melonjak tinggi. Dan setelah melihat serta memainkan Hades 2, satu hal terasa jelas: game ini bukan sekadar lanjutan, tapi evolusi yang lebih berani dan gelap.
Latar Cerita Baru yang Lebih Kelam Hades 2

Jika Hades pertama berfokus pada Zagreus, putra Hades yang mencoba melarikan diri dari Dunia Bawah, Hades 2 memperkenalkan tokoh utama baru bernama Melinoë, saudara perempuan Zagreus. Melinoë adalah dewi sihir dan mimpi buruk, dengan misi besar: menghentikan Chronos, Titan Waktu, yang telah mengalahkan Hades dan menguasai Dunia Bawah.
Cerita ini langsung terasa lebih suram dan penuh tekanan. Tidak lagi tentang pemberontakan anak terhadap ayahnya, melainkan tentang perjuangan melawan kekacauan kosmik. Chronos bukan sekadar musuh, melainkan simbol waktu yang tak terhindarkan, sesuatu yang tidak bisa dikalahkan dengan kekuatan saja. Pendekatan cerita ini membuat Hades 2 terasa lebih matang dan emosional Steam.
Melinoë, Protagonis dengan Identitas Kuat
Melinoë bukan hanya versi perempuan dari Zagreus. Ia memiliki kepribadian yang berbeda: lebih tenang, lebih serius, dan sarat tanggung jawab. Sebagai murid Hecate, Melinoë mengandalkan sihir, ritual, dan senjata mistis, bukan sekadar kekuatan fisik.
Interaksi Melinoë dengan karakter lain juga terasa lebih reflektif. Dialognya sering menyentuh tema takdir, pengorbanan, dan harapan di tengah kehancuran. Ini membuat pemain lebih mudah terhubung secara emosional, terutama bagi mereka yang menyukai narasi mendalam dalam game.
Gameplay Roguelike yang Lebih Kaya
Dari sisi gameplay, Hades 2 tetap mempertahankan inti roguelike: mati, belajar, dan bangkit kembali dengan lebih kuat. Namun, Supergiant Games menambahkan banyak lapisan baru yang membuat pengalaman bermain terasa segar.
Salah satu perubahan paling terasa adalah sistem sihir. Melinoë bisa menggunakan mantra dengan efek area, jebakan, dan kombinasi elemen. Manajemen mana menjadi aspek penting, memaksa pemain berpikir lebih strategis dibandingkan Hades pertama yang lebih mengandalkan refleks cepat.
Selain itu, variasi senjata terasa lebih eksperimental. Ada senjata yang berubah bentuk, ada yang mengandalkan efek waktu, bahkan ada yang bersinergi langsung dengan sihir. Setiap run terasa unik dan menantang.
Dunia yang Lebih Luas dan Beragam
Lingkungan dalam Hades 2 terasa lebih luas dan bervariasi. Tidak hanya lorong-lorong Dunia Bawah, pemain juga akan menjelajahi area baru dengan atmosfer berbeda, mulai dari reruntuhan misterius hingga wilayah yang dipengaruhi kekuatan waktu Chronos.
Desain level tetap acak, namun terasa lebih dinamis. Musuh-musuh baru hadir dengan pola serangan yang lebih kompleks, memaksa pemain untuk terus beradaptasi. Bahkan pemain veteran Hades akan merasa tertantang kembali.
Karakter Dewa dan Mitologi yang Diperdalam

Salah satu kekuatan utama Hades adalah cara game ini mengolah mitologi Yunani dengan pendekatan modern, dan Hades II melanjutkan tradisi tersebut dengan sangat baik. Dewa-dewi baru muncul dengan kepribadian unik, dialog tajam, dan desain visual memukau.
Hecate, sebagai mentor Melinoë, menjadi salah satu karakter paling menarik. Ia digambarkan sebagai sosok bijak namun penuh rahasia. Interaksi dengan dewa-dewi lama seperti Zeus, Poseidon, dan Athena juga terasa berbeda karena konteks ceritanya telah berubah.
Relasi antar karakter berkembang seiring progres permainan, membuat pemain merasa dunia Hades 2 benar-benar hidup dan bereaksi terhadap tindakan mereka.
Visual Artistik yang Semakin Matang
Secara visual, Hades 2 tetap mempertahankan gaya ilustrasi khas Supergiant Games: penuh warna, detail, dan ekspresif. Namun, nuansa gelap dan mistis terasa lebih kuat. Efek sihir, animasi serangan, dan desain karakter terlihat lebih halus dan dramatis.
Setiap karakter memiliki siluet yang kuat dan mudah dikenali, sementara latar belakang dipenuhi detail kecil yang memperkaya dunia game. Ini adalah salah satu contoh bagaimana gaya visual tidak harus realistis untuk terasa imersif.
Musik dan Audio yang Menguatkan Atmosfer
Tak lengkap rasanya membahas Hades 2 tanpa menyinggung musiknya. Komposer Darren Korb kembali menghadirkan soundtrack epik yang memadukan rock, orkestra, dan nuansa mistis. Musik berubah secara dinamis mengikuti intensitas pertempuran, membuat setiap momen terasa lebih hidup.
Efek suara mantra, serangan musuh, dan dialog karakter juga digarap dengan sangat detail. Pengisi suara kembali memberikan performa luar biasa, membuat setiap karakter terasa memiliki jiwa.
Lebih dari Sekadar Sekuel
Yang membuat Hades 2 istimewa adalah keberaniannya untuk tidak sekadar mengulang formula lama. Game ini mengambil risiko, memperdalam cerita, memperluas gameplay, dan menantang pemain dengan cara baru. Ia menghormati pendahulunya, namun tidak terjebak dalam bayangannya.
Bagi penggemar Hades pertama, Hades 2 adalah pengalaman yang wajib dicoba. Sementara bagi pemain baru, game ini tetap ramah, meski menuntut kesabaran dan kemauan belajar.
Sistem Progression yang Lebih Dalam dan Memuaskan
Salah satu aspek yang membuat Hades terasa lebih kompleks dibanding pendahulunya adalah sistem progression yang diperluas. Tidak hanya sekadar meningkatkan statistik atau membuka senjata baru, pemain kini diajak untuk memahami ritual, ramuan, dan peningkatan sihir yang berdampak langsung pada gaya bermain. Setiap keputusan upgrade terasa lebih berarti karena berkaitan dengan strategi jangka panjang, bukan hanya kekuatan instan.
Melinoë dapat meracik ramuan sebelum memulai perjalanan, memberikan efek pasif yang bisa mengubah jalannya permainan. Sistem ini memberi ruang bagi pemain yang suka bereksperimen dan merancang build unik. Saya pribadi merasa sistem ini membuat setiap percobaan terasa personal—kegagalan bukanlah akhir, melainkan proses belajar yang menyenangkan.
Hades 2, Sebuah Evolusi Dunia Bawah
Hades 2 membuktikan bahwa sekuel bisa menjadi lebih dari sekadar kelanjutan cerita. Ia adalah evolusi, baik dari sisi narasi, gameplay, maupun presentasi. Dengan Melinoë sebagai protagonis, dunia yang lebih gelap, dan ancaman Chronos yang menakutkan, game ini menawarkan petualangan yang emosional sekaligus menantang.
Jika Anda mencari game action roguelike dengan cerita kuat, karakter berkesan, dan replay value tinggi, Hades II adalah jawaban yang sulit ditolak. Dunia Bawah belum selesai bercerita—dan kali ini, taruhannya jauh lebih besar.




